Senin, 22 November 2010

manusia dan penderitaan (masalahnya)

nama : ellyana utami
npm : 19210379
kelas : 1EA05

Manusia dan Penderitaan (masalahnya)
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
Mengenai penderitaan yang dapat memberikan hikmah, contoh yang gamblang dapat dapat dicatat disini adalah tokoh-tokoh filsafat eksistensialisme. Misalnya Kierkegaard (1813-1855), seorang filsuf Denmark, sebelum menjadi seorang filsuf besar, masa kecilnya penuh penderitaan. Penderitaan yang menimpanya, selain melankoli karena ayahnya yang pernah mengutuk Tuhan dan berbuat dosa melakukan hubungan badan sebelum menikah dengan ibunya, juga kematian delapan orang anggota keluarganya, termaksud ibunya, selama dua tahun berturut-turut. Peristiwa ini menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi Soren Kierkegaard, dan ia menafsirkan peristiwa ini sebagai kutukan Tuhan akibat perbuatan ayahnya. Keadaan demikian, sebelum Kierkegaard muncul sebagai filsuf, menyebabkan dia mencari jalan membebaskan diri (kompensasi) dari cengkraman derita dengan jalan mabuk-mabukan. Karena derita yang tak kunjung padam, Kierkegaard mencoba mencari “hubungan” dengan Tuhannya, bersamaan dengan keterbukaan hati ayahnya dari melankoli. Akhirnya ia menemukan dirinya sebagai seorang filsuf eksistensial yang besar.
Penderitaan Nietzsche (1844-1900), seorang filsuf Prusia, dimulai sejak kecil, yaitu sering sakit, lemah, serta kematian ayahnya ketika ia masih kecil. Keadaan ini menyebabkan ia suka menyendiri, membaca dan merenung diantara kesunyian sehingga ia menjadi filsuf besar.
Lain lagi dengan filsuf Rusia yang bernama Berdijev (1874-1948). Sebelum dia menjadi filsuf, ibunya sakit-sakitan. Ia menjadi filsuf juga akibat menyaksikan masyarakatnya yang sangat menderita dan mengalami ketidakadilan.
Sama halnya dengan filsuf Sartre (1905-1980) yang lahir di Paris, Perancis. Sejak kecil fisiknya lemah, sensitif, sehingga dia menjadi cemoohan teman-teman sekolahnya. Penderitaanlah yang menyebabkan ia belajar keras sehingga menjadi filsuf yang besar.
Masih banyak contoh lainnya yang menunjukkan bahwa penderitaan tidak selamanya berpengaruh negatif dan merugikan, tetapi dapat merupakan energi pendorong untuk menciptakan manusia-manusia besar.
Contoh lain ialah penderitaan yang menimpa pemimpin besar umat Islam, yang terjadi pada diri Nabi Muhammad. Ayahnya wafat sejak Muhammad dua bulan di dalam kandungan ibunya. Kemudian, pada usia 6 tahun, ibunya wafat. Dari peristiwa ini dapat dibayangkan penderitaan yang menimpa Muhammad, sekaligus menjadi saksi sejarah sebelum ia menjadi pemimpin yang paling berhasil memimpin umatnya (versi Michael Hart dalam Seratus Tokoh Besar Dunia).

Kamis, 28 Oktober 2010

studentsite

Layanan yang diberikan oleh studentsite adalah
1. Baak
2. Lecture message
3. Rangkuman nilai
4. Jadwal kuliah
5. Jadwal ujian
6. Bebas perpustakaan
7. Surat keterangan
8. Info absensi
9. Pendaftaran lomba blog
10. Info seminar (UG portfolio)
11. Tulisan (UG portfolio)
12. Tugas (UG portfolio)
13. Deposit library
14. Warta warga
15. Blog komunitas perbankan
16. Blog komunitas linux
17. Blog komunitas fotografi

Kelebihan dari menu layanan studentsite adalah
1. Di setiap masing" menu terdapat kelebihan yang saling berpengaruh
2. Bisa mempunyai web pribadi yang berhubungan dgn jalannya mata kuliah di gunadarma
3. Dapat memberikan informasi tentang tugas maupun jadwal yang dapat di lihat sewaktu-waktu dan dimana pun

kekurangan nya adlh
1. suka loading lama
2. suka susah kalo lagi di butuhkan mendadak


analisis studentsite : sebagai layanan untuk mengerjakan tugas, sebagai informasi maupun ujian dalam universitas gunadarma dan mahasiswa yang bersangkutan

http://wartawarga.gunadarma.ac.id
adalah situs yang memuat berita artikel sebagai media pengganti koran

contoh berita :  DEMAM BERDARAH MEWABAH di PARE

Penyakit demam berdarah kembali mewabah di Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaen Kediri. Pada hari Rabu (10/03/2010), sekitar 5 orang dilarikan ke Rumah Sakit Rosalina Pare-Kediri karena terjangkit penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Peristiwa ini diungkapkan oleh Abie (24) salah seorang korban asal Cilacap, yang waktu itu berada di Pare untuk  mengambil kursus Bahasa Inggris. Menurut penuturannya, wabah tersebut terjadi akibat banyaknya nyamuk yang bersarang di tempat tinggalnya.

Peristiwa diatas kembali mengingatkan kita agar lebih memperhatikan lingkungan sekitar. Kita harus selalu menjaga dan merawat lingkungan agar tetap bersih, memperhatikan saluran air agar tetap lancar, sehingga nyamuk tidak leluasa berkembang biak dan hal tersebut diatas dapat dihindari.

Kamis, 30 September 2010

Seni budaya jawa

Budaya Jawa

 Harmoni

Kebudayaan Jawa kuwe ngutamaken keseimbangan, keselarasan karo keserasian, dadi kabeh unsur (urip karo mati, alam karo makhluk urip) kudu harmonis, saling berdampingan, intine kabeh kudu cocog.
Apa-apa sing marakna ora cocog kudu dihindari, angger ana sing bisa ngganggu keseimbangan kuwe kudu cepet digenahna ben kabeh mbalik harmoni maning, mbalik cocog maning.
Umum sing cokan ngganggu keseimbangan kuwe yakuwe polah menungsane, mbuh polah menungsa karo menungsa utawa menungsa karo alam. Angger polah menungsa karo alam, sing nggenahna maning umume dipimpin utawa dadi tanggungjawab pimpinan masyarakat.
Sing angel nang kebudayaan Jawa yakuwe angger keseimbangan kuwe diganggu polah menungsa karo menungsa sing umum nimbulaken konflik (harmoni keganggu). Sing jenenge ora cocog utawa ora seneng tuli umum ning merga arep ngindari konflik, umume rasa ora cocog kuwe dipendem.

Kelas Sosial

Nang masyarakat Jawa umume ana golongan-golongan sosiale, misal: golongan Priyayi karo rakyat biasa. Ana maning golongan Santri karo golongan Abangan. Kuwe juga keton sekang basa. Nang basa Jawa ana kelas utawa tingkatan-tingkatan sing bisa nggambaraken status sosial penuture.

Tingkatan Sosial Basa Jawa

  1. Ngoko
  2. Ngoko andhap
  3. Madhya
  4. Madhyantara
  5. Kromo
  6. Kromo Inggil
  7. Bagongan
  8. Kedhaton
Loro sing terakhir mung dituturaken nang lingkungan keluarga Kraton.

Kejawen

Kejawen yakuwe kepercayaan sing urip nang suku Jawa. Kejawen kiye dasare sekang kepercayaan Animisme sing dipengaruih ajaran Hindu karo Budha. Mulane suku Jawa umum dianggep sebagai suku sing duwe kemampuan nglakoni sinkretisme kepercayaan, kabeh budaya liye diserap lan ditafsiraken miturut nilai-nilai Jawa.